Cara Mencari Ide dan Melipatgandakan Pembaca di Facebook
RESUME BELAJAR MENULIS ONLINE
Pertemuan 1
Belajar menulis dilaksanakan secara online. Kegaiatn
ini berlangsung selama kurang lebih tiga
jam dengan narasumber Bapak Agus Sumarno yang dimoderatori oleh Om Jay. Kegiatan
diawali dengan pemaparan materi, lalu melakukan diskusi yang membahas tentang
ide, cara melipatgandakan pembaca, dan hal yang sedang menjadi trending topic saat ini, yaitu situasi
tentang pembelajaran jarak jauh. Setelah selesai berdiskusi, kemudian bereksperimen
memposting tulisan di facebook, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Pertemuan 1
Cara Mencari Ide dan Melipatgandakan Pembaca di
Facebook
Tema
|
:
|
Cara Mencari Ide dan
Melipatgandakan Pembaca di Facebook
|
Tanggal
|
:
|
10 April 2020
|
Waktu
|
:
|
19.00 – 22.08
|
Narasumber
|
:
|
Bapak Agus Sumarno (Pemenang Guru
Era Baru Acer Award Tahun 2012)
|
Belajar menulis dilaksanakan secara online. Kegaiatn
ini berlangsung selama kurang lebih tiga
jam dengan narasumber Bapak Agus Sumarno yang dimoderatori oleh Om Jay. Kegiatan
diawali dengan pemaparan materi, lalu melakukan diskusi yang membahas tentang
ide, cara melipatgandakan pembaca, dan hal yang sedang menjadi trending topic saat ini, yaitu situasi
tentang pembelajaran jarak jauh. Setelah selesai berdiskusi, kemudian bereksperimen
memposting tulisan di facebook, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.
Menurut bapak Agus Sumarno, ide mudah dicari namun cara melakukan
eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan yang dinilai sulit. Ide dapat dieksekusi
dengan menyusunnya dalam sebuah pokok pikiran.
Ide yang dijabarkan dalam sebuah tulisan akan memiliki ruh berupa hal yang
akan disampaikan kepada pembaca, seperti sebuah buku yang memiliki tema
besar. Eksekusi ide dapat dilanjutkan
dengan memilih topik melalui riset kecil-kecilan di google, kemudian tampilkan
tulisan sudah dengan solusi dari sebuah masalah.
Kita bisa memulai dari hal yang biasa dilakukan oleh
seorang yang baru belajar menulis dan bisa berujung pada kebosanan. Beberapa
kesalahan yang biasa dilakukan oleh seseorang yang belajar menulis adalah :
1. Ia menulis dengan
menjadikan dirinya asebagai peran utama, ia sibuk menceritakan dirinya sendiri.
Tulisannya bukan fokus pada bagaimana menuntaskan pertanyaan atau sebuah solusi
permasalahan.
2. Tulisannya tidak
dibaca ulang sebelum diposting. Tidak ada namanya self checking.
3. Tulisannya terlalu
panjang dan mengandung banyak ide besar di dalamnya.
Hal di atas adalah hal
yang mesti dihindari dalam konteks blog di internet yang mempunyai banyak
keterbatasan. Keterbatasan yang dimaksud adalah saat internet ada dalam lautan
informasi yang benar-benar tanpa postioning
yang pas, tulisan tidak akan dibaca orang, sehingga penulis akan merasa malas
untuk menulis lagi.
Untuk mengetahui seberapa
banyak tulisan mendapat tanggapan dari orang dan untuk melipatgandakan pembaca,
penulis dapat memanfaatkan blog dan facebook.
Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menulis langsung pada facebook
disertai dengan link dari blog kita. Agar tulisan yang kita posting dapat
menarik dan mempeoleh respon dari pembaca, maka kita dapat menggunakan 5 Persuasive Word That Controls Mind:
1.
You
2.
Free
3.
New
4.
Now
5.
Secret
Contoh penggunaan kata di atas untuk menjadi sebuah
judul adalah:
1.
Tips menjadikan
ANDA sebagai guru yang disegani oleh siswa.
2.
Cara BEBAS dari
masalah saat mengajar kelas yang rebut.
3.
Aplikasi BARU yang
biasa anda gunakan saat mengajar online.
4.
Bagaimana membuat
kelas online anda efektif mulai dari SEKARANG
5.
5 CARA menghindari
kesalahan dalam penugasan di kelas online.
Eksperimen dilakukan oleh
Bapak Agus Sumarno dengan memposting sebuah tulisan di facebook. Topik yang
diambil adalah pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar dalam pembelajaran
jarak jauh, berjudul 5 Cara Menghindari Kesalahan dalam Penugasan di Kelas
Online. Berikut ini adalah ringkasan dari tulisan tersebut.
Menjadi viral baru baru
ini status dari para orang tua siswa yang kelelahan saat mesti mendampingi
anaknya belajar secara online. Hampir semua orang tua mengeluh betapa kewajiban
mendampingi anaknya menjadi hal yang luar biasa berat. Pihak yang mencoba bijak
pasti akan mengatakan bahwa saatnya orang tua siswa menyadari bahwa mendidik
itu tidak mudah. Hal yang sama juga tidak akan berlaku bagi orang tua yang
mungkin punya banyak halangan dalam mendampingi anaknya, mulai dari dirinya
yang mesti bekerja sampai tingkat pendidikan yang kurang menunjang.
Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pendidik ketika
menyelenggarakan kelas online atau kelas pembelajaran jarak jauh di tengah
wabah Covid 19 ini
1. Guru berniat
sekali menggantikan kelas tatap muka nya dengan kelas online. Solusinya:
memberikan penugasan mingguan yang disitu sudah ada deadline atau batas waktu
yang terjangkau dan terukur.
2. Guru belum
melakukan pembagian antara mana siswa yang lebih cocok diberikan tugas online
dan offline. Solusinya: Saatnya berikan pilihan pada ortu siswa apakah ingin
tugas yang online atau yang offline.
3. Guru hanya sibuk
memberikan tugas kepada siswanya, namun tidak menemani orang tua siswanya dalam
situasi krisis ini. Untuk itu solusi terbaik adalah luangkan waktu untuk satu
hari diadakan diskusi antara guru dan orang tua siswa, caranya bisa macam macam
bisa lewat grup chat atau menyebarkan survey mengenai keinginan dari orang tua
siswa.
4. Guru memberikan penugasan yang bertipe High Order
Thinking Skills atau HOTS. Ada juga guru yang menyuruh siswanya melakukan
sesuatu yang memerlukan persiapan . Solusinya: berikan tugas yang memerlukan
pendampingan minim dari orang tua siswa.
5. Guru cenderung
ingin menghabiskan target kurikulum. Hal ini bukanlah sebuah hal yang salah.
Namun yang harus diingat bahwa kecenderungan tadi membuat seorang guru menjadi
tidak fleksibel. Solusinya: Guru mesti menerima situasi bahwa saat ini adalah
saat krisis yang terjadi diluar kehendak dirinya sebagai seorang guru. Guru saatnya
dicarikan skenario lain yang penting siswa tetap fokus dan siap belajar pada
saat wabah telah selesai.
Banyak sekali prediksi yang beredar mengenai kapan
situasi pandemi ini akan berakhir. Di banyak kota di Indonesia, waktu belajar
di rumah terus diperpanjang oleh pemerintah setempat. Ini berarti sebagai
seorang praktisi, guru perlu punya banyak ide agar kemitraan sekolah (guru) dan
rumah tetap selaras. Dibalik ide yang cemerlang mesti ada empati dan rasa ingin
memberikan yang terbaik, dengan demikian orang tua siswa merasa dirinya
disupport, siswa mendapatkan manfaat dan guru pun optimis saat pandemi selesai
anak anak didiknya siap belajar kembali dengan penuh semangat.
Ditulis oleh :
Reni Yunita, S.Pd.
SDN Singkar, Wonosari, Gunungkidul
D I Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar