Rahasia Menulis Buku dalam Seminggu
RESUME
BELAJAR MENULIS GELOMBANG 9
Pertemuan
4
|
Tema
|
:
|
Rahasia Menulis Buku
dalam Seminggu: Digital Mainset
|
|
Tanggal
|
:
|
13 April 2020
|
|
Waktu
|
:
|
19.00 – 21.00
|
|
Narasumber
|
:
|
Prof. R. Eko Indrajit
|
Kegiatan
belajar online terbagi menjadi dua sesi, yaitu 60 menit untuk materi dan 60
menit untuk tanya jawab. kegiatab dimulai dengan pemaparan materi, dimana prof
eko endrajit menyampaikan beberapa pengalamannya. Diawali dari hobi mengajar
sejak kecil di Dumai Riau, kemudian pengalaman beliau yang juga turut merasakan
dampak lockdown yang mengharuskan hampir semua orang harus dirumah saja. Hal
ini membuat beliau memutuskan untuk mengajar dan seminar via straming youtube
dengan mengambil tema digital mindset.
Kegiatan diwalai 20 Maret 2020 ini mendapat respon yang cukup besar .
akhirnya mulai tanggal 24 Maret 2020 sampai sekarang, setiap hari jam 8 pagi
beliau melakukan seminar 1-2 jam di Youtube Streaming untuk siapa saja yang
tertarik.
Ide
seminar di youtube kemudian mengeluarkan sertifikat :
Idenya
sederhana. setiap dosen khan harus membuat laporan kum untuk kenaikan jabatan
akademik. biasanya mereka harus mengikuti seminar dengan bukti sertifikat. nah
dengan adanya pandemi ini, semua seminar kan dibatalkan, artinya ada dua. mereka
tidak bisa mendapatkan sertifikat (yang artinya akan kesulitan naik jabatan
akademik), dan beliau sendiri kehilangan pemasukan. karena pemasukan beliau 70
persen dari seminar, workshop, lokakarya, konsultasi dsb.
Semua
orang yang ikut itu ternyata 80 persen adalah mereka yang pernah membli
buku-buku yang beliau tulis semenjak tahun 1998. beliau menulis buku juga dulu
disuruh mahasiswa, karena ada krisis ekonomi 1998, sehingga mahasiswa S2 ndak
sanggup beli buku dalam mata uang dolar. akhirnya buku beliau yang pertama
terbit adalah RINGKASAN dari 50 buku bahasa Inggris yang beliau pinjam di
perpustakaan. untuk meringankan beban mahasiswa yang beliau ajar. Judulnya
adalah Manajemen Sistem dan Teknologi Informasi. Diterbitkan oleh Elex Media
Komputindo.
Ternyata
buku itu jadi best seller. akhirnya yang dulu ketagihan mengajar, menjadi
ketagihan menulis. beliau dulu spesialis menulis bunga rampai. Setiap ada satu
diagram yang menarik perhatian beliau, beliau jelaskan dalam satu halaman
secara ringkas. sebelum tidur menulis satu halaman, seperti Oom Jay sekarang
menulis blog. artinya dalam tiga bulan ada sekitar 100 halaman. sehingga buku
bisa diterbitkan. sekarang beliau sudah menulis lebih dari 75 buku yang
diterbitkan, dan ratusan artikel. di era milenium, kebanaykan buku dan tulisan
beliau bagikan secara gratis dan bisa download free di mana-mana, seperti di
situs academia, di situs eko.id, dan lain-lain
Setelah
selesai pemaparan materi (berbagi pengalaman), kemudian dimulai sesi tanya
jawab dari peserta belajar menulis. Di sini saya merangkum beberapa pertanyaan
dan jawaban dari sesi belajar ini
Menurut
Prof Eko, menulis adalah cara kita menyampaikan buah pikiran lewat tulisan. Jadi
bagi beliau semua tulisan adalah baik, karena dilakukan dari hati. ibu pasti
punya banyak hal yang ingin diceritakan kepada orang lain. Tulis saja apa yang
ada di kepala kita. ndak usah takut. kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya.
Pembaca itu macem-macem, kalau beliau menulis untuk kakek beliau, akan beda
bahasanya dengan kalau menulis untuk generasi anak-anak beliau. kualitas
menulis adalah masalah jam terbang. lama-lama jadi bagus sendiri. Jaman
sekarang, tulisan tidak perlu terkoordinir. masukin aja ke internet, maka nanti
akan terkoordinir sendiri. karena dalam dunia maya, berlaku data yang
unstructured dibandingkan dengan structured. Menulis blog seperti yang
disampaikan Oom Jay adalah sangat baik. beliau selain menulis, senang juga
bikin puisi dan lagu. apapun yang ingin beliau sharing, beliau tulis.
satu-satunya yang perlu diperhatikan adalah (menurut beliau), buatlah tulisan
yang tidak membuat orang lain sedih karena kita menyampaikan hal-hal yang buruk
atau jelek. Menulis hal-hal yang buruk kalau bagi beliau mendatangkan energi
negative malah akan mengganggu kehidupan masa kini dan mendatang.
Bagaimana
cara membangkitkan semangat menulis bagi pemula?
Tulislah
bersama orang yang berani menulis.
fokus, jangan menulis terlampau lama (kecuali anda membuat penelitian
atau tulisan dokumenter). Paling lambat 100 hari sudah harus jadi. Karena kalau
lama-lama, kita kehilangan folkus, dan ilmu yang mau kita sharing sudah berkembang
dan berganti lagi isunya. Pilih satu judul yang lagi trend, bahas dari sisi
yang tidak pernah terlihat orang lain. misalnya masalah COVID-19, beliau belum
pernah melihat orang yang melihat COVID-19 dari sisi peluang, semua bicara
masalah ancaman, kesedihan, ketakutan, dan lainnya. anak-anak jaman sekarang
bilang: ANTI MAINSTREAM.
Bagaimanakah
caranya? Tips dan trik menulis buku dalam seminggu :
bukan
dan subscribe EKOJI CHANNEL. anda akan melihat beberapa presentasi beliau
semenjak tanggal 20 Maret 2020 yang lalu. kemudian pilihlah yang menarik
perhatian anda (sesuai yang relatif anda SUKA dan KUASAI). kemudian beliau
kasih waktu satu minggu untuk menjawab 6 pertanyaan sederhana mengenai topik
yang dibahas, yaitu: 5W1H. Misalnya judulnya DIGITAL MINDSET. maka anda
menjawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebb.
1: APA yang dimaksud dengan digital mindset.
2. MENGAPA digital mindset dibutuhkan
3. SIAPA yang
harus berubah mindsetnya
4. DIMANA digital
mindset harus diterapkan
5. KAPAN digital
mindset diterapkan. dan
6. BAGAIMANA cara
menerapkannya.
Satu hari tulis satu. Berarti hari keenam
sudah jadi. Hari ketujuh kasih ke beliau. Anda tidak perlu banyak berfikir,
karena semua sudah beliau paparkan dalam presentasi. Tinggal anda bahasakan
saja sesuai dengan yang anda tangkap.
5WH
adalah untuk penulis awal yang ingin belajar menulis. karena sifatnya
deskriptif, tapi sangat filosofis. setiap isu apapun, secara filsafat, harus
bisa dijelaskan dalam 5W1H. kalau sudah biasa menulis deskriptif, barulah mulai
menulis yang sifatnya: eksploratif, komparatif, arguentatif, persuasif, dan
lain sebagainya. Contohnya: kalau isunya COVID-19, beliau yakin dengan 5W1H,
anda bisa membuat satu buku dalam seminggu. apalagi ada banyak referensi di
internet saat ini. musuh menulis adalah diri sendiri. motivasi hanya dapat
dibangun dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, sering beliau katakan,
pilihlah sesuatu yang anda SUKAI dan KUASAI. kalau sudah terbiasa dengan 5W1H,
lainnya menjadi mudah. itu pengalaman beliau. KEMUDIAN untuk tata cara
penulisan dan format kertas, tidak memiliki aturan. semua tergantung anda dan
beliau. kalau anda tertarik, pilih satu judul. beliau kasih struktur bukunya,
dan kita menulis. Dalam satu buku sangat boleh membuat berbeda-beda cerita.
nanti judulnya adalah sebagai berikut, misalnya: DIGITAL MINDSET: Dilihat dari
Berbagai Perspektif.
Bagaimana
tulisan kita bisa diterbitkan?
Menerbitkan
buku sekarang tidak kayak dulu. dulu kita yang butuh penerbit. sekarang
penerbit yang butuh kita, karena saingan mereka adalah internet. jadi ndak usah
takut, anda buat buku, tawarkan ke semua pemerbit. kalau ndak ada yang mau,
beliau yang terbitkan. syarat terbit di tempat beliau sederhana. semua tulisan
anda masukan ke cek plagiarisme. sejauh 80 persen orisinal, langsung beliau
terbitkan. Kalau ingin mengumpulkan bunga rampai karya2 orang lain, anda harus
minta persetujuan masing-masing mereka. kecuali anda membahasakan ulang dan
menyitir bahwa itu diambil dari karya mereka.
Menurut
beliau editor lebih sulit pekerjaannya dibandingkan dengan penulis. karena yang
diedit tidak sekedar bahasanya, tapi yang penting adalah pesan yang ingin
disampaikan ke target audiens terentu benar-benar tersampaikan secara efektif
dan efisien. jadi selain ilmu bahasa, seorang editor ulung harus memiliki
kompetensi psikologis, linguistik, marketing, pedagogik (untuk buku
pendidikan), dan komunikasi (pendekatan interdisipliner).
Menurut
prof eko. buku dan youtube adalah MARKETING BROCHURE atau MARKETING TOOLS.
karena orang mengenal kita, baru mereka mengundang kita untuk bicara di acara
mereka. dari situlah beliau menghidupi keluarga beliau hingga saat ini.
Bagaimana proses YouTuber
bisa banyak uang ?
Ada
cara langsung ada cara tidak langsung. Cara langsung adalah seperti beliau.
silahkan ikut gratis. yang mau e-sertifikat, pesan dan bayar 10,000 ke beliau.
nah kalau ada 1,000 orang yang pesan, khan beliau dapat 10 juta? sama dengan wa
sekarang, kalau anda mau dapat sertifikat dari beliau yang ditandatangani
beliau dan oom Jay, silahkan pesan ke Oom Jay. nanti 40 persen untuk beliau, 40
pesen untuk Oom Jay, dan 20 persen untuk mas Bambang
Cara
lainnya adalah, gara-gara beliau streaming YOutube, hingga hari ini sudah ada
pesanan beliau streaming ke perusahaan mereka langsung. beliau sudah dapat 10
pesanan. mereka bayar langsung ke beliau. cara tambahan lainnya adalah, apply
adsense ditaruh di youtube channel anda. nanti setiap laki ada sponsor, maka
sebagian akan masuk ke pundi2 kita.
Modal
utama pak prof. sehingga menjadi kekuatan bagi guru yang mau belajar menulis
untuk terus bisa menulis seperti yang prof lakukan adalah waktu kecil,
cita-cita beliau sederhana. beliau ingin keliling Indonesia melihat keindahan
kota-kotanya, tapi dibayarin orang lain. setelah beliau jadi penulis, tiba-tiba
undangan seminar ke sana sini menggila. akhirnya dari tahun 1998 sampai 2003,
beliau sudah berkunjung ke 27 provinsi ketika itu. kemudian cita-cita berubah.
ingin bisa keliling dunia, dibayarin orang lain. mulailah beliau mengunggah
tulisan serta powerpoint (biasanya powerpoint dalam bahasa Inggris) ke
internet. Dan malah ada undangan dari beberapa negara. Jadi motivasi beliau
adalah ingin keliling dunia gratis dibayarin orang lain karena ingin melihat
berbagai keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa. Sampai saat ini beliau sudah
hitung, telah mengunjungi 73 negara. Masih lebih dari 100 negara lagi yang
beliau ingin lihat. makanya sekarang beliau tetap menulis dan jadi youtuber.
Bagaimana
cara membagi waktu untuk menulis dengan jadwal yang super sibuk?
Jika
anda menyenangi yang anda lakukan, pasti waktu dapat anda alokasikan. sebelum
tidur beliau terbiasa membuat 3-5 halaman tulisan. saking terbiasanya, sekarnag
kalau belum nulis, ndak bisa tidur dan beliau ingin meninggalkan legacy untuk
anak cucu beliau. sehingga kalau nanti mereka ngecek siapa kakek atau kakek
buyutnya, bisa tercatat di internet. itulah cara hidup 1000 tahun lagi.
Cara
supaya kita benar benar bisa fokus dalam menulis sehingga kita dapat
menyelesaikan tulisan dengan cepat adala dengan meilih satu judul. kemudian
ceritakan secara 5W1H di hari Sabtu dan Minggu. feeling beliau Ibu bisa selesai
antara 25-30 halaman. sisa waktunya 5 hari di hari kerja untuk tambah kurangi.
jangan mulai dari hari Senin, pasti ndak jadi2. beliau selalu memulainya dari
Jumat malam, karena Sabtu dan Minggu ada waktu luang lebih banyak. jangan waktu
mengatur kita, kita yang harus mengatur waktu. paling tidak alokasikan hari
Sabtu dan Minggu seharian. bikin kontrak tak tertulis dengan suami/istri dan
anak-anak .buatlah menulis sebagai sesuati yang PENTING dan GENTING, sehingga
harus segera dikerjakan… itu namanya prioritas.
Apa
tolak ukur dari baik tidaknya sebuah buku?
Menurut
Prof Eko sederhana, yaitu kepuasan pembaca. karena pembaca yang puas, akan
merefer ke orang lain. akibatnya buku habis dibeli. dan dicetak lagi… intinya
setiap buku punya target audiens yang ingin diraih. selagi mereka merasa
mendapatkan sesuatu, berarti buku tersebut baik adanya…. (secara etika manfaat
yang dirasa adalah yang baik-baik, bukan dalam hal buruk)
Saat
pandemi ini, semua kegiatan dilakukan secara online, baik sekolah, kuliah
bahkan kerja.Saat wabah nanti berakhir, apakah kegiatan ini bisa memungkinkan
dimasukkan ke dalam kurik ulum, misalnya Senin-Rabu kegiatan tatap muka di
sekolah, Kamis- Jumat secara online?
Karena
secara tidak langsung ada “memaksa” guru dan murid bahwa era digital class
memang sudah harus dilakukan. beliau merrasa akan ada perubahan besar-besaran
dalam sistem pendidikan kita setelah pandemi ini. teknologi akan banyak
digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. beliau sudah prediksi ini 15 tahun
yang lalu. tapi tidak menyangka kita belajar e-learning bukan karena
memanfaatkan peluang, tapi karena kita mendapatkan masalah pandemi.
Menurut
prediksi prof arah pembelajaran masa depan yang sesuai dgn kultur masyarakat
Indonesia yang maaf kurang suka membaca seperti akan lari ke blended learning,
dimana antara model pembelajaran formal, nonformal, dan informal akan menjadi
satu – yang difasilitas dengan teknologi informasi.
Ditulis oleh :
Reni Yunita, S.Pd.
SDN Singkar, Wonosari, Gunungkidul
D I Yogyakarta

Komentar
Posting Komentar